Tata Cara Shalat Tarawih yang Benar dan Sesuai Sunnah
Tata Cara Shalat Tarawih yang Benar dan Sesuai Sunnah
Shalat tarawih adalah salah satu ibadah khas di bulan Ramadhan yang sangat dinanti oleh umat Islam. Shalat ini dikerjakan pada malam hari setelah shalat Isya dan menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Meski sering dilakukan setiap tahun, masih banyak orang yang bingung tentang tata cara shalat tarawih yang benar: berapa rakaat, bagaimana niatnya, dan bagaimana pelaksanaannya. Artikel ini akan membahasnya dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
1. Apa Itu Shalat Tarawih?
Shalat tarawih adalah shalat sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) yang dikerjakan khusus di bulan Ramadhan pada malam hari setelah shalat Isya.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat, dan shalat tarawih adalah salah satu bentuknya.
Keutamaan shalat tarawih antara lain:
- Menghapus dosa-dosa yang telah lalu (jika dikerjakan dengan iman dan mengharap pahala)
- Menambah pahala dan kedekatan kepada Allah
- Menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah
2. Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih
Shalat tarawih dikerjakan:
- Setelah shalat Isya dan ba'diyah Isya
- Sampai sebelum masuk waktu Subuh
Biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, tapi boleh juga dikerjakan sendiri di rumah.
3. Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Tentang jumlah rakaat, ada beberapa pendapat yang sama-sama diamalkan oleh umat Islam:
- 8 rakaat tarawih + 3 rakaat witir
- 20 rakaat tarawih + 3 rakaat witir
Keduanya sah dan boleh, karena memiliki dasar dari praktik para sahabat dan ulama. Jadi, tidak perlu memperdebatkan jumlah rakaat. Yang terpenting adalah dikerjakan dengan khusyuk dan istiqomah.
4. Niat Shalat Tarawih
Niat shalat tarawih cukup di dalam hati. Namun, jika ingin dilafalkan untuk membantu menghadirkan niat, boleh.
Contoh niat (dalam hati):
"Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Jika berjamaah sebagai makmum atau imam, niatnya disesuaikan, tapi inti niatnya tetap di hati.
5. Tata Cara Shalat Tarawih
Tata cara shalat tarawih sama seperti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya:
- Niat shalat tarawih
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah (jika biasa membaca)
- Membaca Al-Fatihah dan surat/ayat Al-Qur'an
- Ruku', i'tidal
- Sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua, lalu lakukan seperti rakaat pertama
- Tasyahud akhir dan salam
Shalat tarawih dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, lalu diakhiri dengan shalat witir (biasanya 1 atau 3 rakaat).
6. Bacaan dalam Shalat Tarawih
Tidak ada bacaan khusus yang wajib dalam shalat tarawih selain:
- Al-Fatihah di setiap rakaat
- Dilanjutkan dengan surat atau ayat Al-Qur'an apa saja
Di banyak masjid, imam membaca ayat-ayat Al-Qur'an secara berurutan agar bisa menghatamkan Al-Qur'an selama Ramadhan, tapi jika shalat sendiri, boleh membaca surat apa saja yang dihafal.
7. Lebih Utama Berjamaah atau Sendiri?
Shalat tarawih lebih utama dikerjakan berjamaah di masjid, karena:
- Pahalanya lebih besar
- Menghidupkan syiar Islam
- Menambah semangat dan kebersamaan
Namun, jika ada uzur atau kondisi tertentu, shalat tarawih di rumah juga tetap sah dan berpahala.
8. Yang Terpenting: Khusyuk dan Istiqomah
Sering kali kita terlalu fokus pada:
- Jumlah rakaat
- Panjang atau pendek bacaan
- Cepat atau lambatnya shalat
Padahal yang paling penting adalah:
- Kekhusyukan
- Keikhlasan
- Konsistensi (istiqomah) selama Ramadhan
Lebih baik shalat tarawih sedikit tapi rutin dan khusyuk, daripada banyak tapi terasa berat dan tidak konsisten.
9. Kesimpulan
Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Waktunya setelah Isya hingga sebelum Subuh, jumlah rakaatnya bisa 8 atau 20 (ditambah witir), dan tata caranya sama seperti shalat sunnah biasa, dikerjakan dua rakaat-dua rakaat.
Yang terpenting, jalani shalat tarawih dengan hati yang ikhlas, niat yang benar, dan semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar